Lievell

Wednesday, October 31, 2018

9:28 PM

Walking Tour bersama Jakarta Good Guide

Walking Tour bersama Jakarta Good Guide
Perjalanan dimulai dari titik kumpul di Pasar Festival. Pemandu kami hari ini adalah Neng Cindy dan ternyata dia adalah salah satu teman yang pernah dikenalin oleh Neng Tiwi. Halaaaah... Dunia sempit bangeet, pantesan serasa pernah kenal entah di mana gitu yaaa. 

Sehubungan kami mulai dari jalan HR Rasuna Said, sejarah tentang jalan ini pun dimulai. Pada awalnya area ini adalah daerah bekas buangan tentara pasukan kerajaan Demak dimana mereka rata2 berasal dari daerah Kuningan, Jawa Barat. Mereka berdiam disana dan berprofesi sebagai peternak sapi perah sebelum akhirnya peternakan ini berubah menjadi perkebunan karet. Makanya gak heran kalau ada nama Karet Kuningan dan Karet Tengsin. Tan Tieng Shin sendiri adalah orang Chinese yang kaya raya karena perkebunan karetnya itu dan cukup terkenal lah pada jamannya.

HR Rasuna Said sendiri adalah pahlawan Indonesia dari Sumatera Barat. Beliau ini adalah jurnalis yang cukup berani menulis tentang Belanda pada saat itu, ya serupa Bapak Soekarno tapi versi perempuannya lah dan merupakan anggota DPR perempuan pertama. Kereeen!!

Bagaimana dengan GOR Soemantri sendiri, tempat kami berdiri tadi pagi? Ya, beliau adalah ayah dari Bambang Brodjonegoro, salah satu menteri kita juga saat ini.

Soemantri Brodjonegoro adalah lulusan pertama di Teknik Kimia ITB dan beliau adalah Rektor pertama termuda serta terlama di UI, pada saat itu umurnya baru saja 38 tahun. Serunya lagi, beliau sendiri menikahi seorang professor nuklir. Haiyaa, bahas apaan ye jaman mereka pacaran. Rasanya sih berat banget itu pembahasannya 

Meskipun beliau sama sekali tidak ada kaitannya dengan olahraga tapi untuk mengenang jasa2nya, namanya sekarang dijadikan nama GOR mahasiswa di Pasar Festival. Selain di daerah Kuningan, nama Soemantri pun ada juga di salah satu puncak gunung Jayawijaya dan juga nama salah satu jalan di UI.

Perjalanan dilanjutkan ke gedung sebelahnya, PPHUI - Pusat Perfilman H Usmar Ismail. Beliau adalah Bapak Perfilman Indonesia yang membangkitkan perfilman Indonesia pada tahun 1962. Sayangnya beliau meninggal di usia muda karena ditipu oleh produser asal Italia. Pada saat itu mereka bekerja sama dalam mengerjakan produksi film Adventure in Bali. Sampai2 ia harus menggadaikan restoran Miraca Sky Club miliknya untuk membayar para pemain dan kru filmnya. Ia pun meninggal akibat pendarahan otak karena stress dan kecewa pada tanggal 2 Januari 1971. Tragis banget yaaa. 

Untuk mengenangnya, setiap tanggal 30 Maret selalu diperingati sebagai hari Perfilman Nasional, sesuai ulang tahunnya.

Pemberhentian berikutnya adalah Gama Tower yang merupakan gedung tertinggi di Jakarta yang mempunyai 69 lantai. Aiih, liatnya aja ngilu yaa, mana tadi ada yang berbersih kaca pula. Iiihhh... Kaki langsung lemes iiih. 

Setelah pepotoan depan Gama Tower, kami jalan lagi dan kali ini berhenti di pinggiran Terowongan Casablanca. Banyak cerita angker tentang terowongan ini. Ada yang bilang pada saat itu merupakan kuburan, tapi salah satu jasad tidak mau dipindahkan jadinya gentayangan. Ada juga cerita dulunya ada perempuan pribumi yang cantik dan banyak tentara Jepang yang suka lalu ia diperkosa dan meninggal. Skrg hantunya gentayangan. Dan yang terakhir adalah ada yang meninggal gantung diri di jembatan tersebut. Karena cerita2 tersebut, banyak yang percaya jika lewat terowongan ini harus mengklakson sebagai tanda permisi. Apapun itu ceritanya, ya semoga gak dijadikan patokan lah yaaa.
 
Sejarahnya sendiri kenapa dinamakan Casablanca sebetulnya sebuah kota di Maroko, Afrika Utara yang berarti rumah (casa) putih (blanca), seperti di Santorini itu loh. Di Maroko sendiri, Casablanca ini merupakan salah satu kota pelabuhan yang rencananya akan diduplikasi oleh Ciputra grup di Jakarta. Sayangnya gagal terwujud yaa. Oiya, di Maroko sendiri ada nama jalan Jakarta juga, karena tujuan awalnya tadi yaitu ingin menjadikan daerah Casablanca seperti aslinya (Sister City).

Terowongan ini aslinya hanya berjarak 5 KM saja, tapi sekarang sudah mencapai 20 KM yang terbentang dari Roxy hingga Pondok Kelapa.

Lanjut lagi perjalanan menuju Ereveld Menteng Pulo. Untuk mencapai kesini harus melewati TPU Menteng Pulo. Letaknya di sebelah apartemen Puri Casablanca.

Ereveld ini adalah makam kehormatan Belanda yang diperuntukan untuk tentara Belanda, tentara Indonesia yang bergabung dengan KNIL dan warga sipil yang meninggal akibat perang yang terjadi diantara tahun 1945 - 1949, ketika Agresi Militer 1 dan 2 berlangsung. Nyatanya malah kebanyakan yang dimakamkan disini adalah para warga sipil yang terkena imbasnya perang, bahkan ada anak2 dan bayi baru lahir. Sedih deh. 

Adalah Jenderal Simon Hendrik Spoor yang membangun pemakaman ini di tanah wakaf, tanah yang diberikan oleh pemerintah untuk Belanda dengan kurang lebih 4.000 makam di dalamnya. Jenderal SH Spoor ini termasuk orang yang baik, ia menilai apapun hasil perang itu, tidak ada yang menang, semuanya kalah karena masing2 pihak harus menanggung kehilangan banyak orang ketika berperang. Sayangnya kematiannya masih menjadi misteri. Ada berita ia meninggal akibat diracun tapi ada juga karena ia mengalami stroke. Pastinya, ia dimakamkan di sana sejajar dengan para jasad lainnya, tidak dibedakan sama sekali.

Dulunya, Ereveld ini ada 22 tempat yang tersebar di seluruh Indonesia. Tapi sekarang hanya tersisa 7 yang tersebar di sekitar pulau Jawa. Di Jakarta sendiri ada 2, yaitu di daerah Kuningan dan Ancol. Lalu di Bandung ada 2, Semarang pun ada 2 dan Surabaya hanya 1.

Makam-makam tersebut bisa dibedakan menurut bentuk nisan putih yang berjejer rapi. Ada nisan untuk Kristen yang berbentuk salib, dibagi menjadi dua, polos untuk laki-laki, agak berukir untuk perempuan. Nisan untuk Tionghoa berbentuk setengah lingkaran. Nisan untuk Muslim berbentuk 3 lengkungan. Nisan berbentuk segi enam untuk Yahudi. Nisan untuk anak-anak berukuran lebih kecil. Ada pula nisan yang agak besar berisikan beberapa nama artinya mereka dikuburkan bersama karena satu peristiwa. Bagi yang tidak dapat diidentifikasi, mereka menuliskan "Onbekend" yang artinya Unknown atau tidak dikenali.

Selain pemakaman Belanda, disini juga ada pemakaman korban perang Inggris. Nisannya agak berbeda, terbuat dari marmer. Salah satu yang dimakamkan disini adalah Jenderal Mallaby. Ia meninggal akibat baku tembak di Surabaya pada tanggal 30 Oktober 1945, sebelum Pertempuran 10 November.

Disinipun juga berdiri sebuah bangunan gereja yang merupakan Gereja Simultan yang dulunya dipakai untuk tempat upacara sebelum jenazah dimakamkan. Sekarang tentunya gereja ini sudah gak terpakai lagi.

Ada sebuah kayu salib yang merupakan kayu imitasi dari bantalan rel KA di Burma dimana setiap yang menaiki kereta tersebut berujung maut. Jalur kereta ini adalah hasil kerja paksa jaman penjajahan Jepang dan pastinya memakan banyak korban jiwa. Kejamnyaaa... 

Tempat terakhir yang kami kunjungi adalah tempat penyimpanan abu atau Columbarium. Ini adalah tempat penyimpanan abu orang Belanda yang pada saat itu menjadi tawanan Jepang. Hebatnya orang Belanda dan Jepang ini mempunyai pencatatan data yang lengkap ketika para prajuritnya meninggal. Sehingga bisa diidentifikasikan dengan baik. Salut!

Bener-bener gak nyangka yaa ada tempat pemakaman yang asri dan tenang di tengah pemukiman padat penduduk dan juga gedung-gedung pencakar langit di kota. Semoga para pahlawan dan para korban perang tersebut tenang dan diterima arwahnya di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

Saturday, March 24, 2018

11:09 PM

Workshop: Bento di Eat Street

Workshop: Bento di Eat Street

DeKaplongan mendapat tawaran kesempatan untuk mengadakan workshop kecil-kecilan di Eat Street Mall Artha Gading dari Chicken Royal. Kebetulan Chicken Royal ini bakulannya Mak Grace Pandoe di sana.


Berhubung Eat Street punya venue yang keren, ada stage kecil dan ada satu ruangan kecil semi tertutup, dan venue ini tidak terlalu terpakai oleh para pengunjung, jadilah Mak Grace ini sedikit geregetan untuk mengadakan acara.


Kebetulan lagi, gue mendapat kesempatan pertama diajak Mak Grace untuk mengadakan workshop. Workshop yang gue ajukan itu adalah membuat bento dengan anak-anak. Syukurlah disambut gegap gempita dengan meriah oleh tim DeKaplongan. Eaaaa. Terlalu lebay sih, mereka biasa aja sambutannya. Pastinya sih mereka dengan senang hati membantu gue untuk melancarkan workshop kecil-kecilan ini.

So, hari ini kami melangsungkan ide tersebut. Dengan dibantu sana sini sono yaitu persiapan dalam menyiapkan bahan yang disediakan oleh Chicken Royal, alat bento oleh cici Margaretha alias Tita yang punya banyaaaaak sekali peralatan bento daaaaaan Maria Lia sebagai MC sekaligus tukang absen sekaligus bagian pendaftaran sekaligus ngumpulin uang peserta dan bagian atur ini ono. Uuuuh, kecup ah satu-satu aku sayang kalian!! Muaaaah...muaaaaah...muaaaaahhh....


Ada kejadian lucu dari workshop ini.
Pada saat perkenalan, gue mengenalkan diri sebagai "Stephanie"
ealaaaah, 3 peserta cilik dari DeKaplongan yaitu Torkis, Tolap dan Anin ini gak setuju.
Suwer deh, lucu banget ekspresi mereka.
Gak komen sih tapi raut muka mereka menunjukkan kalau gue telah berbohong, berdusta kepada dunia, kalau nama gue adalah Stephanie.
Dan dengan berat hati, gue terpaksa harus mengenalkan diri gue lagi dengan sebutan, "Tante Ethep".
Barulah raut muka mereka balik lagi seperti biasa.
Kocak banget bocah-bocah ini.



Senangnya, anak-anak yang terdiri dari berbagai umur ini menyambut workshop ini dengan sukacita. Mereka berani mencoba berbagai macam kreasi dengan imajinasi mereka sendiri. Di akhir acara, mereka diajak untuk menceritakan apa kreasi mereka hari ini.


 








Maacih yaaa, para orang tua yang sudah mau meluangkan waktunya hari ini.
Maacih yaaa, Mak Grace yang bersedia direpotin dengan perintilan makanan.
Maacih yaaa, DeKaplongan, kecuuup satu-satu seperti biasa yaaa.
Maaciih yaa Chicken Royal dan Eat Street atas tempat dan waktunya
daaan
Maacih yaaa para peserta cilik yang baik hati dan juga pintar.


Sampai ketemu di workshop berikutnya yaaaaa.
11:08 PM

Mencari Pengalaman di Ajang Perbasi JakBar 2018

Mencari Pengalaman di Ajang Perbasi JakBar 2018

Si Boy mendapat kesempatan pertama kali untuk bermain basket di Perbasi Cup tingkat Jakarta Barat untuk KU 12. Pastinya ini satu momen lah ya buat si Boy yang bisa sampai diajak untuk menempa pengalamannya di momen keren gini.

Dengan jersey baru putih-orange, hitam-hijau skotlight dan jersey panjang, para kicik-kicik yang rata-rata umur aja belum sampai 12 tahun ini bertanding. Semangat, pasti!! Eh begitu liat lawannya, alamakjaaaan... Bongsor-bongsor banget!!


Pertandingan pertama, Gading Muda VS Falcon. 3 Maret. Kalah.




Pertandingan kedua, Gading Muda VS Pandawa. 4 Maret. Menang.
Wuiiih....Ternyata menang WO, soalnya lawannya kurang orang dikarenakan ada yang sunatan. Jadi mereka datang pakai sarung tapi tetep gak bisa main. Ya udah deh, akhirnya teman-teman kicik ini dinyatakan menang. Padahal kalau menurut game, teman-teman ini di score board dibantai.


Pertandingan ketiga, Gading Muda VS Cakra Sakti. 11 Maret. Kalah.




Meskipun kalah terus-terusan dan seringnya dibantai, mereka ini hokinya besar. Masih masuk di babak penyisihan melawan Rockstar GYM kelas pertamanya. Dan ini adalah pembantaian habis-habisan. hihihi.

Terus semangat yaaa, Boy!!
Perjalanan masih panjaaaanggg......

Dan ini adalah para orang tua yang kerjaannya teriak-teriak dari bangku penonton. Geregetan. Gemes.

Friday, March 2, 2018

11:08 PM

Berkomunitas Charlotte Mason

Berkomunitas Charlotte Mason

I am a child of God
I am very valuable because God made me

I can do all things through Christ who gives me strength
God has made me able to do everything that I have to do

I ought to do my job so that 
I will be obeying God, my parents and everyone in authority over me

I will resolve to keep a watch over my thoughts, my tongue, 
and choose what's right even if it's not what I want

Setelah baca buku "Cinta Yang Berpikir" dan ngobrol dengan beberapa praktisi metode Charlotte Mason, akhinya dimantapkan jiwa untuk memilih CM ini sebagai metode belajar HSnya si Boy. Banyak yang berubah menuju arah positif setelah hampir 6 bulan kami menjalankan ini. 

Dalam perjalanan menjalanin metode CM ini, gue ikut dengan salah satu grup hasil dari rembukan dengan seorang teman yang juga sama-sama mantap di CM. Dibuatlah grup dengan judul CM Jekardah yang mana di dalamnya ada beberapa orang yang sudah senior pakai metode ini. Lumayan banget untuk bikin gue jadi rajin nanya-nanya. :D

Eh, beberapa waktu lalu, tiba-tiba aja ada undangan dari para pakar ini untuk membuat satu support grup CM. Tujuannya supaya ada pertemuan rutin untuk berkegiatan buat anak-anak dan juga orang tuanya. Dalam hal ini gue merasa butuh banget untuk menambah kepinteran gue sih. Hahahahhaa


Dimantapkanlah hari ini, tanggal 2 Maret 2018, Support Grup Charlotte Mason Jakarta terbentuk. Dengan agenda sebulan dua kali pertemuan di minggu ke 2 dan ke 4. Setiap kegiatan kami akan berkumpul dan melakukan kegiatan yang sehubungan dengan CM, misalnya narasi, menyanyikan folk song, nature study, dan lainnya. Lalu kegiatan dilanjutkan dengan membahas Butir-Butir Filosofi CM dari buku Volume 6. Kami janjian untuk berkumpul di beda-beda rumah, alias setiap anggota akan mendapat giliran untuk didatangin. 

Antusias banget sih, akhirnya punya komunitas CM juga di Jakarta ini yang bisa dijadikan panduan buat gue untuk nanya-nanya dan ngobrol. Pertemuan pertama besok adalah di rumah gue dan gue dah gak sabar. Wohooooo!!!

Tuesday, February 27, 2018

8:41 PM

Field Trip: Korean Cultural Centre

Field Trip: Korean Cultural Centre

Fieldtrip kali ini mengunjungi Korean Cultural Centre.

Pagi-pagi sudah ikut sama Babeh Ali lalu lanjut naik Gojek menuju ke Gedung Equity. Untung gak telat, macet beneeer booo!!


Begitu sampai disana, anak-anak diajak untuk keliling di sekitaran lokasi itu. Dari perpustakaan yang isinya buku-buku super keren sampulnya. Sampulnya aja yang diliat, jangan ditanya dalamnya. Bakalan puyeng karena gak ada satupun tulisan yang dibaca. Hahahahha.


Lalu lanjut ke ruang kelas untuk belajar Bahasa Korea dan satu ruangan dimana kita bisa nonton segala hal yang berbau Korea, ya berita, K-Pop sampe drakornya. Plus, anak-anak boleh browsing gratis disini. Ini yang paling disukain sama anak-anak.


Setelah diajak keliling, anak-anak diajak menuju ke satu ruangan serba guna. Mereka diajak untuk belajar segala hal tentang Korea, dari budayanya, bahasanya, makanan, baju tradisionalnya dan acara-acara besarnya. Terakhir mereka diajak untuk membuat kreativitas bendera Korea dengan menggunakan kertas crep.


Acara ditutup dengan foto bersama sambil pegang hasil karya masing-masing.