Lievell

Friday, February 16, 2018

8:10 PM

Gong Xi Fat Chai 2018

Gong Xi Fat Chai 2018

Kebahagiaan di hari Imlek itu cuma satu, kumpul dengan keluarga!!

Dan syukur luar biasa, tahun ini kami banyak dapat rejeki dari hasil jualan buah jeruk. Hampir seminggu kami berjuang mengantar dus-dus buah yang jumlahnya hampir 100 dus itu ke seluruh penjuru Jakarta dan sekitarnya. Rejeki Imlek, Puji Tuhan!!


Seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu ada acara makan malam bersama di rumah. Menunya pun yang sederhana aja yang penting kumpul-kumpul dan tahun ini tema kaosnya warna merah. Hihihi.


Pas hari H, pagi-pagi kami seperti biasa mengadakan ritual untuk saling sungkeman ala-ala Chinese, kiunghi. Diawali dengan kiunghi ke Mami, lalu Fritz ke kami dan terakhir saling kiunghi antar saudara. Sebelum akhirnya kami berpisah, karena kami harus menuju ke rumah Mama untuk kiunghi juga.


Setelah dari rumah Mama, tujuan selanjutnya adalah menuju ke Pramuka. Disini sudah menunggu saudara-saudara dari Bang Ali. Setahun lalu sempat vakum karena salah satu tetua ada yang meninggal. Tahun ini kembali kami berkumpul di sana. Yang paling dikangenin adalah limpahan makanan berbau babi. Uuuuuh, nyaaammm!!!


Lokasi selanjutnya menuju Kemayoran. Ini adalah tempat wajib yang harus dikunjungi sampai hari ini. Ada popo dari pihak bokap yang masih tinggal disana. Umurnya sudah mencapai 89 tahun. Masih sehat, tapi sudah lebih banyak tiduran sambil mendengarkan suara anak-anaknya yang mengobrol dekatnya. Suara para cucu yang udah pada gede-gede dan juga para cicit. Sehat terus ya, Po!! 


Acara terakhir di hari ini adalah kumpul dengan keluarga dari pihak Mami di daerah Alam Sutera. Kami makan malam bersama di Ikan Bakar Cianjur lalu acara dilanjutkan ke Flavor Bliss. Nongki syantik sambil minum kopi. 

Selalu seru memang setiap Imlek itu. Ada aja yang bisa dinikmati dari setiap kumpul keluarga setiap tahun ini.


Thursday, February 15, 2018

9:48 AM

Valentine's Day 2018

Valentine's Day 2018
Gak pernah merasakan romantisnya Valentine sampai seumur segini. Entah kenapa Valentine tahun ini rasanya beda dari tahun-tahun sebelumnya


Dimulai dari malam sebelumnya. Sehabis pulang antar buah bareng si abang, doi ngajakin makan di tempat favorit. Pesen 1 porsi mie Aceh biar romantis. Eaaa...
Nyatanya mah karena umur gak boong, cuy. Makan jangan kebanyakan, apalagi tengah malem gono. Ya gak?!! Hahhahaha


Besok paginya mampir ke Tillo Kopi, ngedrop buah jeruk pesenan. Nyeruput kopi plus sarapan roti toping strawberry homemade dan taburan keju. Nyaaam banget yaaa. Eits, ternyata stroberinya dari Allella Fruitz loh, pantes enyaaak. Eaaaa...
Lovely morning!


Siangnya ngajakin Lia dan anak-anak misa Rabu Abu bareng. Habis itu diajak kongkow di warung kesukaannya mas Abi dan Anin sambil main Uno Stacko. Seneng deh diajak nongki syantik siang ke sore itu.


Rencana habis itu nganter si Boy latihan basket. Alamakjaaaan...macetnya super duper luar biasa. 3 jam aja nyetir dari Cemput ke Perbun. Melewati demo taksi onlen di Monas, misa Rabu Abu di Katedral, jam pulang kantor, ditambah ujan rintik-rintik becek gak ada ojek. Udah deh kelarrrr....Dinikmatin aja macetnya Jakarta yooo....Hohohohoho


Nyampe juga akhirnya, lumayan deh sempet latihan basket 1 jam sebelum bubar jalan grupnya. Lagi hobinya banget emang nih sama basket, makanya dibelain banget kudu latihan. Caaah bocaaah.


Malemnya ada yang ngajakin makan malam diluar. Etcieeee... Sapa tuuuh. Begitu ditanya mau makan dimana bingung. Ujung2nya makan kwetiaw sapi deket situ doang.. 
Padahal udah GR banget, kirain bakal diajakin candle light dinner di pinggir pantai sambil dikasih bunga bank sama coklat tabur emas batangan. Eaaaaa. 


Mungkin latihan basket 1 jam kurang, kelar makan malam si Boy minta ikut sama babehnya main basket lagi sama teman-teman sekolahnya. Hadeeh... Emaknya dah kangen banget sama kasur.

Akhirnyaa sampe rumah jam 12 teng, macem Cinderella aja yeee. Buru-buru mandi air anget, pijit-pijit kaki, olesin Varash, angkat kaki tinggi-tinggi ke tembok sambil melukin bantal. 

Ahh.....pertanda tua kali aku ini....

Saturday, February 10, 2018

7:14 PM

Berbagi Kasih di Desa Tenjo

Berbagi Kasih di Desa Tenjo

Kami mendapat kesempatan berbagi kasih dengan anak-anak dari MIS Al Khoeriyah di Desa Tenjo, Parung Panjang bersama dengan teman-teman dari komunitas Homeschooling lain.


Perjalanan yang menempuh lebih dari 2 jam dari Jakarta ini melewati jalanan yang penuh dengan lubang dan lumpur, tapi berakhir dengan suguhan pemandangan desa yang cantiiiik banget. Langitnya biru, terang sekali. Mata pun segeeeer banget karena kemana mata memandang yang dilihat lebih banyak hijaunya.


Begitu kami sampai, kami segera disambut oleh anak-anak ini yang sudah tidak sabar mengikuti kegiatan hari itu. Anak-anak pun dikumpulkan di dalam satu ruangan kecil. Kebetulan sekolah mereka sendiri sedang direnovasi, jadi kami berkumpul di gedung lama yang dijadikan tempat belajar sementara mereka. Tampak jelas muka bahagia dan mata yang berbinar-binar dari mereka yang menyambut kami. Hati rasanya hangat sekali karena dapat kembali melihat senyum-senyum ini.


Kegiatan pertama adalah mendengarkan dongeng dari Kak Budi dan disambung bernyanyi dengan Kak Karina Adistiana dan Kak Ibut. Mereka menciptakan lagu yang bagus untuk dinyanyikan oleh anak-anak, yang ternyata baru diciptakan beberapa jam lalu saat teman-teman berkumpul di titik point di depan Alfamart. Wow. Keren!!


Setelah itu, anak-anak dibagi per kelompok. Kebetulan eikeh dapat anak-anak kelas 4-6 SD. Kami seru-seruan bikin playdough. Mereka antusias banget bikin ini. Lalu dilanjutkan dengan eksperimen volcano dan eksperimen fluida.


Acara ditutup dengan foto bersama dengan anak-anak plus teman-teman dari Komunitas Jahe.


Terima kasih atas kesempatan ini, kesempatan untuk bertemu dengan anak-anak ini. Kesempatan untuk merasakan lagi berbagi setelah vakum beberapa waktu dengan komunitas yang lama.

Pastinya, terima kasih atas alam dan pemandangan yang indah!

Sunday, January 28, 2018

9:43 AM

Workshop: Paper Plate Weaving Loom

Workshop: Paper Plate Weaving Loom

Sempat terlintas beberapa bulan yang lalu untuk membagi ilmu yang didapat dari kegiatan dengan teman-teman homeschooling. Tau sendiri kan kegiatan-kegiatan yang dibikin hampir semuanya kece-keceeeh banget dan cocok banget buat anak-anak. Kepingin banget semuanya itu bisa diperpanjang-tangankan lagi untuk dibagi ke temen-temen lainnya di luar anak-anak Homeschooling. Sayangnya pemikiran itu cuma sebatas mikir tapi gak direalisasikan.

Awal tahun ini banyak membuat rencana ini itu, salah satunya ada "berbagi". Ide untuk membuat workshop kecil-kecilan pun muncul lagi dan pelan-pelan direncanakan.

Mulai dari target peserta yang dikerucutkan lebih untuk memfasilitasi teman-teman yang anaknya sekolah. Lokasi yang hanya mengambil area Jakarta Barat, sekitaran Cengkareng, khususnya daerah komplek dan sekitarnya aja supaya teman-teman gak merasa kejauhan. Ditambah lagi hari yang dipilih pun sengaja hari Sabtu pagi supaya anak-anak sekolah bisa ikutan.


Dengan bekal berbagi itu, mulai deh dibuat flyer yang dibagikan ke teman-teman hanya lewat medsos dan sesekali mengajak lewat personal message di WA. Tujuannya lagi bukan untuk cari sensasi atau cari keren atau apalah. Tujuannya demi berbagi ilmu aja. Siapa tau anak-anak bisa terinspirasi atau jadi kegiatan seru disamping les-les mereka yang lagi-lagi urusannya sama sekolah dan nilai. That's it!


Jadilah workshop perdana gue di tahun ini jalan juga. Karena gue tertarik banget dengan menenun, so gue memutuskan kegiatan perdana ini kita bikin "Paper Plate Weaving Loom". Benang wool warna warni, piring kertas putih dan cat air plus kuasnya dah siap untuk dipakai sama teman-teman. Bersyukur sekali di kegiatan ini ada 6 anak peminatnya, meskipun sebagian besar anak cewe semua. Hihihi...


Semoga sharing Menenun ala eikeh ini bisa menginspirasi anak-anak yaa.
Dan semoga juga kegiatan berbagi ini bisa direalisasikan sebulan sekali yaaaa...

Thursday, January 18, 2018

8:37 PM

Field Trip: Mengunjungi IMERI

Field Trip: Mengunjungi IMERI

Hari ini kami mengunjungi Museum Kedokteran yang letaknya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang ada di Salemba bareng dengan teman-teman homeschool lainnya.

Museum yang masih baru ini tempatnya enak banget. Adem dan terang. Anak-anak pun juga semangat banget begitu diajak keliling mengitari museum yang tidak seberapa besar ini. 


Di awal, anak-anak dijelaskan tentang proses penurunan sifat yang diperankan oleh DNA. Agak deg-deg duer nih waktu dijelasin ini ke anak-anak. Gak lucu aja begitu pulang ditanya-tanya soal ginian nih. Hihihi.


Setelah itu, anak-anak diajak nonton untuk berkenalan dulu tentang museum IMERI di ruang Introduction. Ternyata Museum IMERI atau Indonesia Medical Education and Research Institute ini merupakan museum pendidikan kedokteran pertama di Indonesia loh dengan 5.000 koleksi. Keren yaaa. 


Setelah itu mereka diajak ke area Medical Education Journey di Indonesia. Disini anak-anak diinfokan tentang kronologis sejarah pendidikan kedokteran dari era penjajahan Belanda dan Jepang sampai ke pasca kemerdekaan. 


Lalu mereka menuju ke area Health Education, dimana anak-anak dijelaskan tentang siklus kehidupan manusia dari pembuahan, melahirkan, anak, dewasa hingga lanjut usia. Selain itu juga dipaparkan tentang penyakit atau gangguan yang dapat terjadi dalam kehidupan manusia.


Di area ini, anak-anak banyak sekali mengeksplorasi. Ada satu keseruan ketika salah satu ABG diajak untuk menggunakan bantal hamil. Sebentar saja merasakan bagaimana menjadi ibu hamil. Bagaimana rasanya dengan perut besar mengambil pen di lantai, bangun dari tidur dan pegalnya pinggang selama 15 menit membawa gembolan di perut. Hohohoho....


Setelah puas di area ini, anak-anak diajak ke area Edutainment. Di sini anak-anak dijelaskan bagaimana menyikat gigi dengan benar. Selain itu, area ini anak-anak kecil bisa bermain dengan puzzle atau komputer yang berkaitan dengan kedokteran sambil menunggu kakak-kakak yang lebih besar masuk ke area yang lebih spesifik.


Area Etalase ini hanya boleh dimasuki oleh anak yang lebih besar, 13 tahun ke atas, karena di dalam ruang tertutup ini ada potongan-potangan tubuh, embrio dari hasil aborsi dan lain-lainnya yang memang sangat tidak boleh dilihat untuk anak yang lebih kecil. 


Berhubung dah waktunya makan siang, akhirnya kami cuss ke area kantin. Ealaah, setelah selesai makan malah hujan besar banget dan bikin anak-anak basah kuyup karena kehujanan. 

Tadinya sih pingin main board games di daerah Gajah Mada, tapi apa daya begitu sampai disana tempatnya belum buka dan kami tidak dilayani dengan baik. Ya sud lah, daripada baper, kita mampir aja lah makan bakmi Congsim di Mangga Besar. Hahahhaha....


Saturday, January 6, 2018

10:00 PM

Awal Tahun Bersama DeKaplongan

Awal Tahun Bersama DeKaplongan

Mengawali minggu pertama di tahun yang baru ini bersama keluarga homeschooling kami di Kaplongan. Gak ada acara khusus mau ngapain sih, cuma kumpul bareng aja.

Rasanya dah lamaaaa banget gak kumpul bareng, padahal baru 2 minggu gak ketemu. Kali ini hampir bisa dibilang kumplit kecuali keluarga Mau dan Pak Suami-nya Gracie. Yup.. Kali ini kumpulnya bareng dengan para suami.


Masing-masing dari kami bawa makanan. Kebetulan Nduk Princess baru melewati ulang tahunnya, jadilah kami siapkan juga kue dan mie ulang tahun untuk dimakan bareng-bareng. Senengnya bukan main si Ncess ini bisa tiup lilin dan nyanyi selamat ulang tahun bareng kakak-kakak yang sayang sama doi.


Anak-anak rasanya bahagia banget bisa kumpul lagi, beneran rasanya kaya gak ketemu setahun. Hihihi. Anak-anak puas main bareng dari pagi sampai malam.

Emak-emak jangan ditanya deh. Puas ngobrol apa ajaa seharian ini. Sampai sempet-sempetnya ada acara make up bareng. Serasa balik ke era abege, jaman demen2nya dandan bareng. Eaaa.


Sekelar dandan, langsung ajak anak-anak dan para babeh yang lagi asik ngupi ini foto bareng-bareng.


Hari dah mulai gelap, tapi pantat masih belum bergeser mau pulang. Order makanan lewat Gofood pun jadi pilihan buat makan malam. Tadinya sih kepingin cuss ke mie pangsit di PIK atau sekitaran daerah Gading. Ya ituu, apa daya, pantat rasanya berat banget dan masih betah di Kaplongan.


Selesai makan malam, gitar mulai didentingkan. Ah.. Makin males untuk bergerak pulang. Berakhir dengan nyanyi-nyanyi bareng, dari dangdutan, lagu oldies rekuesnya para babeh sampai lagu ala kadarnya juga ada. Lagu favorit "That's What Friends Are For" gak boleh terlewat. 


Waktu dah menunjukkan pukul 10.30 malam dan gerimis mulai turun. Nah.. Waktunya pulang deh.
Makasih yaa kawan-kawan Kaplongan yang sudah meluangkan waktu dan hari untuk kumpul bersama. Semoga di tahun yang baru, kita bisa semakin kompak dan berjalan bersama. 

Tuesday, January 2, 2018

7:08 AM

Selamat Datang 2018

Selamat Datang 2018

Malam pergantian tahun ini sengaja kami lewati bersama dengan keluarga. Kami sengaja ajak keluarga dari pihak Mami datang ke rumah. Gak banyak memang, tapi ya lumayan cukup menghibur buat si nyokap yang biasanya setiap akhir tahun hanya dilewati gitu aja.

Yang paling sukses bahagia di penghujung tahun ini ya gak lain dan gak bukan ya si Mas Boy ini loh. Dia seneng luar biasa karena bisa main dengan sepupunya, Kimi, seharian penuh. Kebetulan si sepupu ini seumuran dan cowo pula dan kebetulan pula Iie Ina dan Kimi ini datang paling duluan. Puas banget deh mereka main apa aja. Dari main ular tangga, ludo, tembak-tembakan, makan es krim, trus diulang lagi dan berakhir dengan tidur bareng-bareng di kamar si Oma.


Setelah berhari-hari rasanya sumuk banget karena matahari kinclong banget, sore itu mendadak mendung lalu hujan deras banget. Menikmati hujan terakhir di tahun 2017.


Menu makan malam kami simpel aja, Liwetan sambil berdeprok ria di lantai. Nasi liwet ala rice cooker yang ditata di jajaran daun pisang dengan teman-temannya seperti tahu tempe goreng, lalapan, cumi cabe ijo, sambal dan gak ketinggalan bintang tamu kita, ikan bakar ala hepikol!! Endess, nikmat tiada tara...

Sambil menunggu sepupu kami satu lagi, kami mengobrol, nonton tv dan para bocah tentunya mengulang lagi mainan yang tadi. Sampai juga akhirnya Om Tito dan Iie Ling-Ling datang dengan membawa dua paket pizza, bir dan lagi-lagi ada bintang tamu...duren!! 2 box duren dari Nias siap menemani malam tahun baruan kami.

Seketika suasana jadi seru ketika Iie Ling-Ling mengajak kami semua bermain Uno Stacko dengan hukuman yang kalah dicoreng mukanya pakai bedak. Eaaa....
Si Boy lah yang paling semangat begitu dia kalah. Dia seneng banget mukanya jadi penuh sama bedak. Ada-ada aja emang si bocah ini. Hahahhaa


Kelar main Uno Stacko dua babak yang panjaaang dan lamaaa itu, kami lanjut main ular tangga sambil makan pizza dan buka kaleng bir. Ular tangga pun rasanya gak kelar-kelar, berulang kali secara giliran kami naik dan turun. Bikin gemes ajaaa.


Waktu pergantian semakin dekat, kami semua keluar ingin melihat kembang api yang kebetulan juga adanya di seberang rumah kami. Detik-detik menjelang pergantian bikin gue melow, begitu banyak yaaa berkat melimpah sepanjang tahun 2017. Semua memori tahun 2017 seperti film yang lewat satu persatu di pikiran. Indah, luar biasa dan am so blessed to pass this year!


Jedar jeder kembang api yang rasanya seperti perang karena posisinya deket banget sama rumah ini bikin suasana pergantian tahun baru cukup meriah. Kami saling berpelukan dan mengucapan selamat tahun baru ke sesama. Semoga tahun ini bisa menjadi tahun luar biasa babak selanjutnya dari tahun lalu.

Acara masih lanjut terus. Anak-anak sudah masuk kamar ditemani Iie Ina. Kami semua masih duduk-duduk dibawah sambil ngobrol dan menikmati duren asal Nias. Alamaaaaak, enak banget!!


Om Tito dan Iie Ling-Ling memutuskan pulang karena rumahnya cukup dekat dengan kami. Iie Ina dan Kimi masih sempat menikmati hari bersama kami sampai siang sesudah makan siang bersama. Terima kasih, Tuhan atas hari yang luar biasa yang kami lewati bersama keluarga.

Mari kita sambut tahun ini dengan pengharapan agar kita semua diberkati dengan rejeki yang melimpah, berkat yang luar biasa dan tentunya bahagia sepanjang tahun. Damai sejahtera menyertai kita dan juga negara Indonesia.

Amiiiiin, sodara-sodaraaaa!!!




Saturday, December 30, 2017

8:17 AM

Wonderful 2017

Wonderful 2017

Sebentar lagi tahun 2017 akan berakhir.

Tahun ini kami merasakan banyak sekali berkat melimpah, sukacita, kebahagian dan mujizat-mujizat yang datang ke kami. Boleh lah di tulisan kali ini sedikit mengulas semua keajaiban-keajaiban yang terjadi sepanjang tahun ini.


Yang paling utama dari semua mujizat itu adalah hubungan gue dan Ali yang mengalami banyak peningkatan. Jangan ditanya ya betapa resenya gue, suka banget bikin masalah kecil jadi gede. Biasa deh, tipe-tipe orang perfeksionis harus hidup berdampingan sama orang yang seleboran. Eh ternyata seiring dengan waktu, cerobohnya dia nular ke gue dan perfeksionis gue nular ke dia. Gue jadi gampang lupaan, karena suka ngomel kalau si Abang lupa mendadak karcis parkir dimana. Eh, gue pun ketularan jadi suka lupa, tau-tau gosong aja masakan gue. Trus doski juga jadi perfeksionis. Kebayang gak sih nimbangin buah satu-satu biar pas ditimbangnya. Perasaan gue kaga segitu perfeksionisnya dah. Ini sih judulnya doi rajin. Semoga pangkal kaya yak! :D

Jadilah berantem-berantem kecil trus jadi besar itu sekarang udah banyaaaak berkurang. Ternyata benar adanya, kalau hubungan kita berdua ini adem ayem, semua hal jadi lebih enak dan jadi lebih mudah. Segala apapun urusannya itu sekarang dah bisa didiskusikan dengan baik-baik, dipikirkan bersama, dibahas satu persatu dan coba diselesaikan dengan kepala dingin. Puji Tuhan, semoga bisa gini terus yaa, Bang! *kecup*

Dengan rukunnya kami ini sangat berdampak baik juga untuk si Boy. Memang gue akui dengan seringnya kami berantem ini, si Boy jadi suka ketakutan sendiri. Huhuhu...bad mom banget deh gue. Sekarang pun doi sering banget ngecek, "Mama berantem ya sama Papa?" kalau liat muka gue tau-tau jutek. Ya maklum ya, muka jutek pan udah dari sononya ya. Tapi untungnya masa-masa ini pun juga udah teratasi. Dan semoga juga trauma si Boy pun pelan-pelan menghilang.


Sempat di awal tahun gue dan nyokap kurang cocok. Setelah hal ini gue renungkan baik-baik, mencoba melawan emosi dan ego gue, akhirnya hubungan gue dan nyokap membaik. Dengan rukunnya kami banyak membawa mujizat. Tiba-tiba aja dalam hitungan bulan, rumah yang ditempati nyokap ada yang nawar. Padahal sudah 2 tahun lebih rumah itu mau dijual, tapi gak kunjung ada juga yang mau beli. Entah gimana, proses jual beli rumah ini pun berjalan cepat dan cukup lancar melalui tangan-tangan orang yang baik di sekitar kami. Akhirnya di akhir April, rumah yang kami tempati selama 28 tahun itu terjual. 

Begitu banyak momen yang dilewati kami dengan rumah itu. Jujur, gue sempet nangis waktu harus meninggalkan rumah itu. Gue diem beberapa saat untuk mengucapkan banyak terima kasih atas segala peristiwa yang datang dan berharap semoga rumah itu bisa membawa kedamaian, kebahagiaan dan juga sukacita bagi yang menempatinya. So long, Home!

Berhubung rumah kami belum selesai dibangun dan nyokap pun belum tau akan pindah kemana karena proses jual beli yang cepat itu, akhirnya kami memutuskan untuk mengontrak rumah dekat-dekat rumah lama kami. Masih di dalam komplek yang sama. Saat ini kami masih berada di phase ini, walaupun rumah kami sudah jadi dan nyokap pun sudah beli rumah lagi. Gue percaya akan ada pembelajaran lagi dalam setiap phase kehidupan kami ini. 

Nyokap ada kasih bagian untuk kami. Dengan hasil pembagian itu, gue dan Ali memutuskan untuk menyelesaikan segala kewajiban-kewajiban kami. Inilah yang selama ini sering jadi bahan berantem di antara kami. Kami pernah mengalami jatuh dalam lubang paling terdalam di tahun 2014 yang menyebabkan kami banyak dikejar oleh debt collector. Tunggakan-tunggakan yang menggunung, hutang sana sini pun juga banyak, belum lagi kehidupan kami yang sangat pas-pasan. Pernah ada di satu masa kami harus melewati hari hanya dengan uang 100 ribu untuk seminggu. Bersyukur tiba-tiba mujizat datang melalui teman-teman kami lewat orderan Hampers. Tuhan bekerja melalui mereka. 

Dengan selesainya segala tunggakan kami, hidup ini rasanya lebih enteng meskipun hanya sedikit sisa yang bisa kami pegang. Tapi hidup tanpa hutang itu rasanya luar biasa. Sekarang kami pun belajar untuk menerima berkat seberapa pun. Kadang kalau dipikir-pikir sepertinya tidak akan cukup, tapi entah gimana caranya Tuhan bekerja, semua jadi cukup. Merinding yaaaa!


Bersyukur lagi adalah pelan tapi pasti pertemanan kami pun mengalami seleksi alam. Kami banyak bertemu orang-orang yang berpikir positif yang banyak membantu kami dalam merubah mindset. Lucunya lagi, kami pun dipertemukan dengan orang-orang yang sedang mengalami hal serupa dengan kami beberapa tahun lalu, problem dengan masalah keuangan. Seperti sedang diajak semesta untuk berbagi pengalaman.


Dalam pertemanan kami ini, kami banyak belajar untuk berbagi dalam segala hal. Sebut aja dalam pendidikan anak-anak, kami mencoba berbagi ilmu satu dengan lainnya dimana gue sendiri malu banget karena gak punya skill apa-apa untuk dibagi. Tapi bersyukur aja punya teman-teman yang berhati mulia yang mau berbagi skill mereka. Selain itu kami juga belajar untuk melungsurkan pakaian dan mainan anak-anak kami. Yang besar melungsurkan ke yang kecil. Disini gue belajar juga untuk mensortir pakaian-pakaian dan mainan-mainan si Boy yang sudah kekecilan ataupun yang sudah gak dipakai lagi untuk teman-teman kicik atau orang lain yang membutuhkan. 


Belum lagi dalam pertemanan kami ini gue banyak belajar soal kesehatan. Bagaimana mengenali dan menyayangi tubuh kita sendiri dalam mengkonsumsi makanan. Sudah dari pertengahan Februari, gue membatasi tubuh gue untuk mengkonsumsi karbo dan gula. Kadang kalau sudah kebanyakan tiba-tiba aja kepala jadi pusing dan badan rasanya gak karuan. Sekarang sih masih on off alias bandel kalau liat mie. Wooo, otak reptil gue kalah dah sama mie!! :P


Ada yang seru lagi di tahun ini. Gue mengajukan diri untuk menjadi koordinator simpul untuk Perserikatan Homeschooler Indonesia wilayah Jakarta Barat. Dimana gue bisa bertemu dan temenan dengan banyak keluarga homeschooling seluruh Indonesia. Suatu kebanggaan tersendiri bisa berdiri diantara teman-teman yang keren-keren dalam pemikiran ini.


Dengan tergabungnya gue menjadi Koorsim Wilayah ini, gue jadi terpacu untuk mulai ngebenerin HSnya si Boy. Pelan tapi pasti dari mengobservasi sana sini, akhirnya gue pun memutuskan mengganti kurikulum si Boy dengan menggunakan metode Charlotte Mason. Kami mulai menjalankan metode CM ini dari Oktober. Kami mulai mengumpulkan living books, lebih memilih aktivitas alam ketimbang ke mol, banyak jalan ke museum, mulai difokuskan les Mandarinnya dan menambah les gambar untuk minatnya si Boy. Satu langkah lagi adalah memberhentikan keanggotaan di Rockstar Gym dan mengganti kegiatan olahraganya dengan bergabung dengan klub basket Gading Muda. Latihan yang lebih berat dari biasanya sangat melatih mental si Boy. Dan bersyukurnya lagi, dalam kurun waktu 3 bulan doi ditarik untuk masuk dalam tim dan menghadapi pertandingan perdananya di luar RG di Desember ini. Suatu pengalaman menarik buat kami bertiga. 

Berkat lainnya lagi dalam tahun ini yang kami terima adalah tawaran kerja untuk si Abang. Ahhh...puji syukur gak ada habisnya memang. Tawaran kerja ini pun datangnya tanpa di duga dari seorang teman yang beberapa waktu lalu pun pernah menawari kerjaan di luar kota dan terpaksa kami tolak yang ujungnya jadi nyesel kenapa gak diterima aja. Tiba-tiba aja terlintas, kalau ada tawaran lagi darinya, terima aja. Ealaaah, beberapa hari setelah itu tawaran kerjaan pun datang, dari orang yang sama. What a mind!


Dengan kembalinya Ali kerja, gue bisa lihat dia jadi lebih percaya diri. Mulai menjalin pertemanan lagi, rajin ikut reuni dan bahkan jadi panitia untuk reuni tersebut. Baru-baru ini pun dia mulai rajin ikut main basket dengan para bapak di klub basket si Boy yang setiap Jumat suka ngajakin. Seneng liatnya!


Sebelumnya jalan-jalan keluar kota itu merupakan mimpi yang selalu kami tulis di setiap awal tahun, tapi sayangnya gak pernah terwujud sama sekali. Di tahun ini, puji syukur, kami diberi kesempatan untuk menikmati jalan-jalan keluar kota dengan keluarga di Lebaran kemarin. Lalu selang beberapa bulan, gue dan Si Boy pun pergi dengan seorang teman naik kereta ke Semarang untuk mengikuti rapat akbar PHI. Sesuatu yang jarang terjadi, pergi berduaan aja sama si Boy tanpa babehnya. Dan bulan November kemarin, kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Solo, merayakan 1 dekade usia perkawinan gue dan si Abang, tentunya si Boy juga diajak ngebolang.


Komunikasi dengan keluarga pun di tahun ini jauh membaik. Bersyukur masih diberi kesempatan untuk menghabiskan waktu dengan mereka. Bisa mengajak masing-masing orang tua untuk jalan-jalan sebulan sekali itu suatu berkat tersendiri, dimana tahun-tahun sebelumnya hal ini sangat susah dibayangkan oleh kami.

Begitu banyak berkat melimpah yang kami terima di tahun ini, banyak mujizat yang terjadi yang sama sekali gak pernah terbayangkan oleh kami dan kami mensyukuri segala anugerahNya. Ahhh, jadi melow...jadi pingin nangisss....luar biasa sekali tahun ini.

Terima kasih ya, Tuhan!