Lievell

Friday, February 16, 2018

8:10 PM

Gong Xi Fat Chai 2018

Gong Xi Fat Chai 2018

Kebahagiaan di hari Imlek itu cuma satu, kumpul dengan keluarga!!

Dan syukur luar biasa, tahun ini kami banyak dapat rejeki dari hasil jualan buah jeruk. Hampir seminggu kami berjuang mengantar dus-dus buah yang jumlahnya hampir 100 dus itu ke seluruh penjuru Jakarta dan sekitarnya. Rejeki Imlek, Puji Tuhan!!


Seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu ada acara makan malam bersama di rumah. Menunya pun yang sederhana aja yang penting kumpul-kumpul dan tahun ini tema kaosnya warna merah. Hihihi.


Pas hari H, pagi-pagi kami seperti biasa mengadakan ritual untuk saling sungkeman ala-ala Chinese, kiunghi. Diawali dengan kiunghi ke Mami, lalu Fritz ke kami dan terakhir saling kiunghi antar saudara. Sebelum akhirnya kami berpisah, karena kami harus menuju ke rumah Mama untuk kiunghi juga.


Setelah dari rumah Mama, tujuan selanjutnya adalah menuju ke Pramuka. Disini sudah menunggu saudara-saudara dari Bang Ali. Setahun lalu sempat vakum karena salah satu tetua ada yang meninggal. Tahun ini kembali kami berkumpul di sana. Yang paling dikangenin adalah limpahan makanan berbau babi. Uuuuuh, nyaaammm!!!


Lokasi selanjutnya menuju Kemayoran. Ini adalah tempat wajib yang harus dikunjungi sampai hari ini. Ada popo dari pihak bokap yang masih tinggal disana. Umurnya sudah mencapai 89 tahun. Masih sehat, tapi sudah lebih banyak tiduran sambil mendengarkan suara anak-anaknya yang mengobrol dekatnya. Suara para cucu yang udah pada gede-gede dan juga para cicit. Sehat terus ya, Po!! 


Acara terakhir di hari ini adalah kumpul dengan keluarga dari pihak Mami di daerah Alam Sutera. Kami makan malam bersama di Ikan Bakar Cianjur lalu acara dilanjutkan ke Flavor Bliss. Nongki syantik sambil minum kopi. 

Selalu seru memang setiap Imlek itu. Ada aja yang bisa dinikmati dari setiap kumpul keluarga setiap tahun ini.


Thursday, February 15, 2018

9:48 AM

Valentine's Day 2018

Valentine's Day 2018
Gak pernah merasakan romantisnya Valentine sampai seumur segini. Entah kenapa Valentine tahun ini rasanya beda dari tahun-tahun sebelumnya


Dimulai dari malam sebelumnya. Sehabis pulang antar buah bareng si abang, doi ngajakin makan di tempat favorit. Pesen 1 porsi mie Aceh biar romantis. Eaaa...
Nyatanya mah karena umur gak boong, cuy. Makan jangan kebanyakan, apalagi tengah malem gono. Ya gak?!! Hahhahaha


Besok paginya mampir ke Tillo Kopi, ngedrop buah jeruk pesenan. Nyeruput kopi plus sarapan roti toping strawberry homemade dan taburan keju. Nyaaam banget yaaa. Eits, ternyata stroberinya dari Allella Fruitz loh, pantes enyaaak. Eaaaa...
Lovely morning!


Siangnya ngajakin Lia dan anak-anak misa Rabu Abu bareng. Habis itu diajak kongkow di warung kesukaannya mas Abi dan Anin sambil main Uno Stacko. Seneng deh diajak nongki syantik siang ke sore itu.


Rencana habis itu nganter si Boy latihan basket. Alamakjaaaan...macetnya super duper luar biasa. 3 jam aja nyetir dari Cemput ke Perbun. Melewati demo taksi onlen di Monas, misa Rabu Abu di Katedral, jam pulang kantor, ditambah ujan rintik-rintik becek gak ada ojek. Udah deh kelarrrr....Dinikmatin aja macetnya Jakarta yooo....Hohohohoho


Nyampe juga akhirnya, lumayan deh sempet latihan basket 1 jam sebelum bubar jalan grupnya. Lagi hobinya banget emang nih sama basket, makanya dibelain banget kudu latihan. Caaah bocaaah.


Malemnya ada yang ngajakin makan malam diluar. Etcieeee... Sapa tuuuh. Begitu ditanya mau makan dimana bingung. Ujung2nya makan kwetiaw sapi deket situ doang.. 
Padahal udah GR banget, kirain bakal diajakin candle light dinner di pinggir pantai sambil dikasih bunga bank sama coklat tabur emas batangan. Eaaaaa. 


Mungkin latihan basket 1 jam kurang, kelar makan malam si Boy minta ikut sama babehnya main basket lagi sama teman-teman sekolahnya. Hadeeh... Emaknya dah kangen banget sama kasur.

Akhirnyaa sampe rumah jam 12 teng, macem Cinderella aja yeee. Buru-buru mandi air anget, pijit-pijit kaki, olesin Varash, angkat kaki tinggi-tinggi ke tembok sambil melukin bantal. 

Ahh.....pertanda tua kali aku ini....

Saturday, February 10, 2018

7:14 PM

Berbagi Kasih di Desa Tenjo

Berbagi Kasih di Desa Tenjo

Kami mendapat kesempatan berbagi kasih dengan anak-anak dari MIS Al Khoeriyah di Desa Tenjo, Parung Panjang bersama dengan teman-teman dari komunitas Homeschooling lain.


Perjalanan yang menempuh lebih dari 2 jam dari Jakarta ini melewati jalanan yang penuh dengan lubang dan lumpur, tapi berakhir dengan suguhan pemandangan desa yang cantiiiik banget. Langitnya biru, terang sekali. Mata pun segeeeer banget karena kemana mata memandang yang dilihat lebih banyak hijaunya.


Begitu kami sampai, kami segera disambut oleh anak-anak ini yang sudah tidak sabar mengikuti kegiatan hari itu. Anak-anak pun dikumpulkan di dalam satu ruangan kecil. Kebetulan sekolah mereka sendiri sedang direnovasi, jadi kami berkumpul di gedung lama yang dijadikan tempat belajar sementara mereka. Tampak jelas muka bahagia dan mata yang berbinar-binar dari mereka yang menyambut kami. Hati rasanya hangat sekali karena dapat kembali melihat senyum-senyum ini.


Kegiatan pertama adalah mendengarkan dongeng dari Kak Budi dan disambung bernyanyi dengan Kak Karina Adistiana dan Kak Ibut. Mereka menciptakan lagu yang bagus untuk dinyanyikan oleh anak-anak, yang ternyata baru diciptakan beberapa jam lalu saat teman-teman berkumpul di titik point di depan Alfamart. Wow. Keren!!


Setelah itu, anak-anak dibagi per kelompok. Kebetulan eikeh dapat anak-anak kelas 4-6 SD. Kami seru-seruan bikin playdough. Mereka antusias banget bikin ini. Lalu dilanjutkan dengan eksperimen volcano dan eksperimen fluida.


Acara ditutup dengan foto bersama dengan anak-anak plus teman-teman dari Komunitas Jahe.


Terima kasih atas kesempatan ini, kesempatan untuk bertemu dengan anak-anak ini. Kesempatan untuk merasakan lagi berbagi setelah vakum beberapa waktu dengan komunitas yang lama.

Pastinya, terima kasih atas alam dan pemandangan yang indah!

Sunday, January 28, 2018

9:43 AM

Workshop: Paper Plate Weaving Loom

Workshop: Paper Plate Weaving Loom

Sempat terlintas beberapa bulan yang lalu untuk membagi ilmu yang didapat dari kegiatan dengan teman-teman homeschooling. Tau sendiri kan kegiatan-kegiatan yang dibikin hampir semuanya kece-keceeeh banget dan cocok banget buat anak-anak. Kepingin banget semuanya itu bisa diperpanjang-tangankan lagi untuk dibagi ke temen-temen lainnya di luar anak-anak Homeschooling. Sayangnya pemikiran itu cuma sebatas mikir tapi gak direalisasikan.

Awal tahun ini banyak membuat rencana ini itu, salah satunya ada "berbagi". Ide untuk membuat workshop kecil-kecilan pun muncul lagi dan pelan-pelan direncanakan.

Mulai dari target peserta yang dikerucutkan lebih untuk memfasilitasi teman-teman yang anaknya sekolah. Lokasi yang hanya mengambil area Jakarta Barat, sekitaran Cengkareng, khususnya daerah komplek dan sekitarnya aja supaya teman-teman gak merasa kejauhan. Ditambah lagi hari yang dipilih pun sengaja hari Sabtu pagi supaya anak-anak sekolah bisa ikutan.


Dengan bekal berbagi itu, mulai deh dibuat flyer yang dibagikan ke teman-teman hanya lewat medsos dan sesekali mengajak lewat personal message di WA. Tujuannya lagi bukan untuk cari sensasi atau cari keren atau apalah. Tujuannya demi berbagi ilmu aja. Siapa tau anak-anak bisa terinspirasi atau jadi kegiatan seru disamping les-les mereka yang lagi-lagi urusannya sama sekolah dan nilai. That's it!


Jadilah workshop perdana gue di tahun ini jalan juga. Karena gue tertarik banget dengan menenun, so gue memutuskan kegiatan perdana ini kita bikin "Paper Plate Weaving Loom". Benang wool warna warni, piring kertas putih dan cat air plus kuasnya dah siap untuk dipakai sama teman-teman. Bersyukur sekali di kegiatan ini ada 6 anak peminatnya, meskipun sebagian besar anak cewe semua. Hihihi...


Semoga sharing Menenun ala eikeh ini bisa menginspirasi anak-anak yaa.
Dan semoga juga kegiatan berbagi ini bisa direalisasikan sebulan sekali yaaaa...

Thursday, January 18, 2018

8:37 PM

Field Trip: Mengunjungi IMERI

Field Trip: Mengunjungi IMERI

Hari ini kami mengunjungi Museum Kedokteran yang letaknya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang ada di Salemba bareng dengan teman-teman homeschool lainnya.

Museum yang masih baru ini tempatnya enak banget. Adem dan terang. Anak-anak pun juga semangat banget begitu diajak keliling mengitari museum yang tidak seberapa besar ini. 


Di awal, anak-anak dijelaskan tentang proses penurunan sifat yang diperankan oleh DNA. Agak deg-deg duer nih waktu dijelasin ini ke anak-anak. Gak lucu aja begitu pulang ditanya-tanya soal ginian nih. Hihihi.


Setelah itu, anak-anak diajak nonton untuk berkenalan dulu tentang museum IMERI di ruang Introduction. Ternyata Museum IMERI atau Indonesia Medical Education and Research Institute ini merupakan museum pendidikan kedokteran pertama di Indonesia loh dengan 5.000 koleksi. Keren yaaa. 


Setelah itu mereka diajak ke area Medical Education Journey di Indonesia. Disini anak-anak diinfokan tentang kronologis sejarah pendidikan kedokteran dari era penjajahan Belanda dan Jepang sampai ke pasca kemerdekaan. 


Lalu mereka menuju ke area Health Education, dimana anak-anak dijelaskan tentang siklus kehidupan manusia dari pembuahan, melahirkan, anak, dewasa hingga lanjut usia. Selain itu juga dipaparkan tentang penyakit atau gangguan yang dapat terjadi dalam kehidupan manusia.


Di area ini, anak-anak banyak sekali mengeksplorasi. Ada satu keseruan ketika salah satu ABG diajak untuk menggunakan bantal hamil. Sebentar saja merasakan bagaimana menjadi ibu hamil. Bagaimana rasanya dengan perut besar mengambil pen di lantai, bangun dari tidur dan pegalnya pinggang selama 15 menit membawa gembolan di perut. Hohohoho....


Setelah puas di area ini, anak-anak diajak ke area Edutainment. Di sini anak-anak dijelaskan bagaimana menyikat gigi dengan benar. Selain itu, area ini anak-anak kecil bisa bermain dengan puzzle atau komputer yang berkaitan dengan kedokteran sambil menunggu kakak-kakak yang lebih besar masuk ke area yang lebih spesifik.


Area Etalase ini hanya boleh dimasuki oleh anak yang lebih besar, 13 tahun ke atas, karena di dalam ruang tertutup ini ada potongan-potangan tubuh, embrio dari hasil aborsi dan lain-lainnya yang memang sangat tidak boleh dilihat untuk anak yang lebih kecil. 


Berhubung dah waktunya makan siang, akhirnya kami cuss ke area kantin. Ealaah, setelah selesai makan malah hujan besar banget dan bikin anak-anak basah kuyup karena kehujanan. 

Tadinya sih pingin main board games di daerah Gajah Mada, tapi apa daya begitu sampai disana tempatnya belum buka dan kami tidak dilayani dengan baik. Ya sud lah, daripada baper, kita mampir aja lah makan bakmi Congsim di Mangga Besar. Hahahhaha....