Lievell: Basket
Showing posts with label Basket. Show all posts
Showing posts with label Basket. Show all posts

Monday, April 4, 2022

2:44 PM

Ambisi

Ambisi

Sesaat rasa itu datang lagi ketika melihat anak-anak ini berlarian di lapangan. Bermacam-macam pertanyaan yang membandingkan antara klub ini dengan klub yang dulu berputar dalam pikiran. Tapi pada akhirnya menyerah juga dan menyadari tujuan kembali ke dunia olahraga yang satu ini.


Hampir 3 tahun lalu kami bergabung dalam satu klub basket yang bisa dibilang cukup ternama di daerah Jakarta Barat. Klub basket yang sempat menjadi wadah Fritz dalam menyalurkan energinya. Seminggu tiga kali dia latihan di klub ini, lalu kadang ditambah dengan pertandingan antar klub ataupun mengikuti kejuaraan wilayah. Saat itu hari-hari kami cukup sibuk dengan segala urusan perbasketan.


Sampai satu titik gue merasakan ada perasaan yang tidak wajar yang menyelimuti diri gue. AMBISI.

Ya, rasa ini kerap mendominasi pikiran gue. Ada rasa pingin Fritz jago dalam olahraga ini, menguasai teknik-teknik dalam basket seperti teman-temannya di klub itu. Ada juga rasa menyesal ketika melihat dalam pertandingan dia tidak melakukan yang terbaik, alias kalah dalam bertanding. Tidak jarang kecewa melihatnya tidak bisa selentur, sejago, sehebat dan sekeren teman-temannya di klub itu. 

Padahal sebetulnya anak ini salah satu termasuk yang sering dijadikan starter dalam setiap pertandingan, secara ukuran tubuhnya lebih tinggi daripada teman-temannya. Salah satu juga yang dianggap terbaik di usianya, sering menjadi andalan dalam pertandingan. Tapi tetap saja, rasa membandingkan anak sendiri dengan anak lain itu kerap bertengger di pikiran.

Kami pun harus pindah agak jauh dari tempat latihan basketnya. Rasanya keputusan keluar dengan alasan domisili pun menjadi tepat untuk menjernihkan pikiran gue. Fritz pun merasa tekanan yang gue berikan dan memilih untuk tidak berada dalam lingkaran basket lagi.

Tiba-tiba di bulan Februari anak ini nyeletuk untuk berkegiatan olahraga lagi. Pandemi membuatnya berhenti kegiatan renang, sehingga tidak ada kegiatan olahraga rutin yang dijalaninya. Lalu terbersit di benaknya untuk kembali lagi ke dunia basket. Setelah mencari, bergabunglah dia dalam satu klub basket di daerah Pulo Mas.

Klub basket dimana tidak ada latihan keras dengan teknik-teknik yang harus dikuasai seperti layaknya pemain basket sungguhan. Tidak ada pelatih galak yang memecut anak-anak untuk menggeber tenaganya sampai habis. Tidak ada pula pertandingan yang perlu dikejar-kejar setiap minggunya dengan dalih untuk memberi banyak pengalaman untuk anak-anak.

Klub basket ini hanya latihan dengan segelintir orang, bukan klub favorit tentunya. Anak-anak datang hanya untuk demi berkeringat. Santai, tidak ada teknik yang dikejar untuk dikuasai. Sehingga kadang rasa itu muncul kembali. :D

Mungkin disinilah ujiannya. Sanggupkah gue mengatasi si ambisi yang kemarin sudah berhasil ditaklukkan itu,eh sekarang dihadirkan kembali dalam lingkungan yang sama?

Saturday, March 24, 2018

11:08 PM

Mencari Pengalaman di Ajang Perbasi JakBar 2018

Mencari Pengalaman di Ajang Perbasi JakBar 2018

Si Boy mendapat kesempatan pertama kali untuk bermain basket di Perbasi Cup tingkat Jakarta Barat untuk KU 12. Pastinya ini satu momen lah ya buat si Boy yang bisa sampai diajak untuk menempa pengalamannya di momen keren gini.

Dengan jersey baru putih-orange, hitam-hijau skotlight dan jersey panjang, para kicik-kicik yang rata-rata umur aja belum sampai 12 tahun ini bertanding. Semangat, pasti!! Eh begitu liat lawannya, alamakjaaaan... Bongsor-bongsor banget!!


Pertandingan pertama, Gading Muda VS Falcon. 3 Maret. Kalah.




Pertandingan kedua, Gading Muda VS Pandawa. 4 Maret. Menang.
Wuiiih....Ternyata menang WO, soalnya lawannya kurang orang dikarenakan ada yang sunatan. Jadi mereka datang pakai sarung tapi tetep gak bisa main. Ya udah deh, akhirnya teman-teman kicik ini dinyatakan menang. Padahal kalau menurut game, teman-teman ini di score board dibantai.


Pertandingan ketiga, Gading Muda VS Cakra Sakti. 11 Maret. Kalah.




Meskipun kalah terus-terusan dan seringnya dibantai, mereka ini hokinya besar. Masih masuk di babak penyisihan melawan Rockstar GYM kelas pertamanya. Dan ini adalah pembantaian habis-habisan. hihihi.

Terus semangat yaaa, Boy!!
Perjalanan masih panjaaaanggg......

Dan ini adalah para orang tua yang kerjaannya teriak-teriak dari bangku penonton. Geregetan. Gemes.

Tuesday, December 19, 2017

11:46 AM

Masuk Babak Baru

Masuk Babak Baru

3 tahun lebih kami menemani si Boy mengeksplorasi diri di beberapa kelas olahraga di Rockstar Gym, sampai juga akhirnya kami memutuskan untuk berhenti dan lanjut untuk bidang olahraga yang lebih spesifik lagi. Menurut kami, sudah cukup dia belajar dasar dari beberapa olahraga selama ini, dan sudah waktunya juga untuk mulai mengerucutkan minat dan bakatnya.

Adalah basket yang doi pilih untuk bidang olahraga yang mau ditekuni setelah kami berdiskusi dengan si Boy. Beberapa alternatif tempat latihan mulai kami cari, sampai akhirnya si Boy sendirilah yang nyaman dan memutuskan untuk bergabung dengan Klub Basket Gading Muda. 

Mulai lah kami menemani si Boy latihan perdana di bulan Oktober. 

Belajar untuk bersosialisasi pun dimulai. Kenalan dengan beberapa teman-teman baru, mencari pertemanan yang nyaman dan seru bagi doi. Begitu semangat sampai diniatkan datang lebih pagi untuk bisa main dengan teman-teman barunya. 

Masuk di bulan ke dua, si Boy 'tertangkap mata' oleh salah satu pelatih yang memang melatih untuk tim. Emaknya cukup kaget karena tiba-tiba doi latihan di lapangan yang gak biasanya. Sempat juga sih ditanyakan kenapa si Boy bisa nyasar ke lapangan situ. Menurut si pelatih, dia melihat kalau si Boy punya potensi untuk bisa lari dan bisa main, tinggal diasah aja kemampuan-kemampuannya. Masih juga kekeuh sumekeuh emaknya gak yakin sama kemampuan si Boy, ditanyalah lagi tentang barunya kami bergabung dan merasa belum waktunya dia disana. Issh, emaknya rese dan kepo banget yeee. Maapkan yaa, Coach sama kegalauan emaknya ini. Lagi-lagi si pelatih ini meyakinkan emaknya. Okelah, diterima tantangannya.


Sebenarnya keraguan emaknya bukan di kemampuan dasarnya yang sudah ngerti dikit-dikit main basket, tapi lebih ke mental si Boy yang rasanya belum mampu menerima latihan yang sangat intens. Melihat dari galaknya si pelatih, bener aja, baru dua kali latihan bareng dengan tim barunya si Boy udah ciut nyalinya. Nangislah doi dan nyamperin emaknya.

Edisi nangis dan ciut nyali ngadepin pelatihnya ini sempet berlangsung beberapa minggu. Ada masa dimana hujan tiap sore dan selamat dari latihan. Hepi nih si Boy. Hahahaha. 

Ada masanya juga dimana si Boy sampai gak mau turun dan nangis di mobil. Liatnya antara gemes dan kasian. Kebayang sih rasanya, dari latihan yang bertahun-tahun ketemu dengan pelatih yang selalu mendukung dengan pujian meskipun salah, lalu sekarang harus menghadapi pelatih yang disiplin tinggi dan nada ketus serta galak. Berkali-kali emaknya ini meyakinkan, elus-elus punggung, sampai kasih semangat demi mentalnya si Boy.

Fiuh, akhirnya edisi latihan mental ngadepin pelatih disiplin lewat juga.

Ternyata tim ini pun baru terbentuk dan di bulan Desember ini mau ikut pertandingan. Makanya gak heran latihannya cukup intens dan cukup ketat. Sempet ngeluh juga kaki dan badan pegel-pegel karena latihannya itu. Hihihihi...

Sebenarnya emaknya cukup seneng juga karena tujuan utama keluar dari RG adalah untuk melatih mental dan disiplin si Boy dalam latihan plus ada kesempatan untuk menguji kemampuan dengan tim dari klub lain.

Seperti semesta menjawab, tanggal 9-17 Desember ini, mereka didaftarkan untuk ikut pertandingan Jetz Cup 2017 di daerah Serpong. Ini merupakan pertandingan pertama si Boy di luar dari Rockstar. Sebelumnya hanya tanding basket melawan antar cabang di Rockstar. Sekarang mendapat kesempatan untuk gabung dengan tim dan mulai ikut tanding bareng sama timnya itu. 

Tim Gading Muda (U9) ini melawan beberapa klub; Jetz, Cakra Sakti, Phoenix dan Rockstar. 

Jetz Club

Cakra Sakti Club

Dalam 4x tanding, mereka harus menghadapi kekalahan dengan Jetz dan Cakra Sakti yang memang kemampuannya melebihi anak-anak ini dan kelihatan sekali daya juang dan kerjasama antar pemainnya pun lebih solid ketimbang mereka. Artinya, mereka butuh latihan lebih banyak lagi untuk bisa saling kerjasama di lapangan.

Phoenix

Rockstar

Bersyukurnya mereka juga mengecap kemenangan dengan Phoenix dan Rockstar (mantan klub :P) walaupun dengan perjuangan. Susul menyusul angka sangat ketat banget dan bikin semua penonton geregetan. Hahahhaa. 

Untuk pertandingan perdana ini, tim Gading Muda berhasil meraih peringkat 3. Semoga aja setelah ini si Boy jadi lebih semangat lagi untuk latihan, secara selama pertandingan doi lebih banyak duduk di bangku cadangan ketimbang turun main.


Selamat yaa!